Ayah

Dari nya aku belajar rasa melindungi
belajar rasa menghargai
dan belajar jadi berani

Melindungi, apapun yang kita miliki
Menghargai, hasil jerih payah diri sendiri
Berani, menjadi diri sendiri tanpa jadi boneka orang lain

Dari nya kutahu,
bahwa pundi pundi yang dia kumpulkan bukanlah sihir semata
yang sekejap langsung tersedia
ada keringat dan kerja keras didalamnya
lupa akan waktu makan dan istirahat
lupa bahwa dirinya bahkan tidak sanggup bekerja
Tapi demi keluarganya ayahku rela mengesampingkan rasa sakit, lelah, dan keluh kesahnya

Dari nya aku belajar,
bahwa hidup itu nyata, bukan seperti dongeng
dimana apapun yang kita inginkan tersedia dengan begitu mudahnya.

Ayah aku tahu bahwa uang bukan sumber kebahagiaan.
Tapi aku mengert rasanya tanggung jawabmu sebagai lelaki,
melindungi, menafkahi keluargamu.

Maaf aku bahkan dulu seringkali meyepelekan uang. Melipatnya saja aku enggan.
Satu kalimat yang terngiang di otakku saat ini

Kala itu aku kembali dari sekolah, Dirimu duduk diruang tamu membaca koran dan beberapa saat kemudian memberiku uang untuk membeli pulsa. Aku pergi sebentar dan kembali dengan uang kembalian ditangan. Lalu aku berikan kembali uang seribuan itu padamu, dan kau melihat dengan tampang kecewa dan berkata:
"Nak hargai lah uang walau cuma seribu, ini yang bapak cari siang dan malam"

Mulai saat itu aku mengingat kata-kata itu. tapi tidak melaksanakannya, aku tetap tidak pernah menyimpan uang dengan rapi.

Dan sekarang berubah semenjak aku mengetahui bagaimana rasanya mencari uang.
Lelah sekali sampai aku rasa aku bisa sakit. Tanganku, kakiku pegal rasanya.
Aku menyesal. Mengapa gaya hidupku sangat boros? seolah-olah uang gampang sekali untuk didapat.
Aku bertekad, begitu aku dapat gaji, aku akan memberimu entah sesuatu ataupun nanti sampai aku tamat sarjana aku tidak akan meminta uang darimu dan akan berusaha sendiri untuk memenuhi biaya hidupku ini.

Ayahku bukan pejabat, hanya PNS biasa. tapi semangat kerja dan pengabdiannya pada negeri ini sungguh besar. Sayang politik negeri ini tidak sehat dan hanya orang kaya yang dihormati dan diberijabatan.
Sedangkan ayahku? setelah banyak hal dia lakukan untuk kotaku dia diberhentika begitu saja. Ya karena sang gubernur baru yang banyak uangnya memberikan banyak hal kepada masyarakat kota ku yang akhirnya memilih dia jadi gubernur. Kenapa? karena masyarakat berpikir bahwa yang dia lakukan itu nyata dan terlihat. Bukankan itu bisa dikatakan praktik suap?

Ayah atau bapak biasanya ku panggil bukan orang yang bisa diam. sehari saja dia tidak ada kegiatan dia akan sangat uring-uringan. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya saat ini. Aku harap bapak bisa dapat kembali pekerjaannya, Umurnya memang sudah tua (54 tahun) tapi dia tidak bisa diberhentikan begitu saja, dia itu pengabdi negara. Kalau begini caranya bapakku pensiun dini namanya.

"Ya Allah, jaga lah keluarga ku dan hindari mereka dari marabahaya. Perbanyaklah rejeki mereka dan bukakan pintu surga untuk kami semua. Sesungguhnya engkau maha pengasih lagi maha penyayang"



0 Comentarios