Heyya,
i kinda miss writing. my life has been in roller coaster in these past two years. I fall, then I learn to climb again. rasanya hidup akan terus jadi tempat belajar dan satu kualitas terbaik yang gue bisa banggakan dari diri gue adalah, kesukaan gue untuk belajar.
banyak banget hal yang terjadi, yang gue sendiri ga tahu apakah pantas untuk diceritakan. gue belajar untuk lebih wise, untuk melihat dunia gak hitam dan putih lagi, untuk berusaha menjaga lisan yang dari dulu sepertinya jadi masalah terbesar gue selain akhlak. gue ingin, sangat ingin untuk punya consideration dan awareness pada hal apapun yang keluar dari mulut gue, bukannya orang beriman itu keliatan dari tutur katanya dan juga prilakunya?
tahun ini gue banyak kehilangan, dari yang bentuknya takdir, dan juga karena kesalahan gue pribadi. I keep pushing people away, because I'm afraid that they will walk out from my life without any warning and I'll be broken by then. tapi lantas memangnya lo pikir pushing them away will make them okay? that they wont feel hurt and accept you again after a million of 'sorry'? Nggak kan,
i try to let go. bahwa ini semua ini adalah part of growing up, part of being someone bigger than yourself before, part of life that you have to deal anyway. siap ga siap juga pasti akan pergi, kita sebagai manusia memang ga punya apa-apa toh? semuanya memang bukan punya kita.
gue ingin, sebelum gue meninggal gue menjadi manusia yang bermanfaat, manusia yang berilmu dan mengamalkan ilmunya, manusia yang baik yang akan dirindukan keberadaannya saat sudah tiada. manusia yang utuh. gue pernah merasa gagal sebagai anak, merasa gagal sebagai teman, gagal sebagai individu, gue gak mau gagal sebagai istri, sebagai ibu, sebagai pasangan. ada rasa kosong yang hadir karena mungkin kuranganya rasa syukur, yang memang harus gue praktekan setiap hari. ada rasa ingin di hati gue untuk involve di hidup orang lain, in a right way as a couple.
urgensi ini belom pernah gue rasain karena gue cenderung skeptis, hanya sekarang gue melihat, bahwa hidup gue dengan siapapun itu ntar, akan sama-sama menjadi sebuah perjalanan, melihat kami berdua berproses, saling menguatkan, bersama-sama cari ridha Allah, dan gue sangat melihat dia sebagai tempat gue berbakti, the way i have done to my parents dan bahkan kalo sudah menikah nanti, tanggung jawab gue akan pindah. gue ingin punya anak, mengasihi dia dan memberi cinta ke dia just like the love I never received. dan dia, siapapun dia nanti, akan melihat gue sebagai pasangan yang ingin dibimbing, pasangan penyejuk hatinya setelah sibuknya dia dengan urusan dunia dan kewajibannya, dia yang pulang kantor dan gue di dapur menyiapkan makan malam, dia yang bercerita tentang harinya dan gue yang mendengarkan. apa gue mimpi ketinggian?
i dont know. but in Allah, i trust.
Saarbrücken,
07.01.2021

0 Comentarios