What to write?

Heyya,
Apa kabar? Gue menyapa entah siapa, mungkin yang membaca dan butuh ditanya "apa kabar?" yeah, so: apa kabar? Kadang-kadang kangen ditanya beneran kabar kita gimana, bukan basa-basi kalo ketemu doang. karena kalau ditanya sungguh-sungguh, bukan cuma sekedar basa-basi, jawabannya lebih panjang daripada sekedar kata 'baik'.

Gue bersyukur sedalam-dalamnya, gue dianugerahi kemampuan bertahan hidup, yang mungkin menurut gue pribadi jauh dari kata normal. Gue diberikan kasih sayang dan materi yang gak henti-hentinya dari kedua orang tua gue. Gue punya kakak yang amat sangat menyayangi gue, yang tahu dan selalu cari cara menyelesaikan masalah gue satu persatu. Gue punya adik, yang dewasanya kadang mengalahi pikiran childish gue ini. Gue bersyukur sahabat-sahabat gue real semua, ada saat gue senang maupun sedih.

Gue selalu senang mendengar cerita orang, gue bahagia. Gue merasa mereka memberikan kepercayaan buat gue jadi tempat curhat mereka, gue bahagia kalo mereka juga cerita hal yang menyenangkan, gue juga sedih ketika mereka cerita yang sebaliknya.

Kuliah gue alhamdulillah sampai saat ini lancar, meskipun belum bisa lulus tepat waktu tapi menurut perhitungan gue, ga akan terlalu lama lagi, insyaallah untuk akhirnya melepas status gue sebagai mahasiswa. Insyaallah tahun depan, gue bisa mewujudkan mimpi gue itu. Amin.

Semuanya berjalan seperti apa yang gue rencanakan, seperti memang seharusnya begitu. Cuma namanya manusia, tetep aja ada kurangnya. Gue merasa hampa, gue merasa kurang hidup. Gue memang harus lebih sering bersyukur dan dekat sama Allah, supaya rasa kesepian ini ilang. But sometimes, i need a human being who stays beside me. Iya, memang sudah lama semenjak gue terakhir kali punya sosok itu.

Gue pernah bertanya kepada sahabat gue, 'apa rasanya dicintai sebegitu besarnya?' karena bagi gue satu kata bisa menggambarkan semuanya. Menyenangkan. Ketika tahu ada orang diluar sana yang bisa menatap lo seolah lo adalah satu-satunya perempuan di dunia ini, ketika ada orang yang bersedia membalas pesan lo ketika lo seharian diluar dan mengirimi dia 'aku udah sampai rumah ya'. Ketika ada  yang memerlakukan lo se spesial itu, menunjukan betapa berharga nya lo dimuka bumi ini bagi dia dan hidupnya. Rasanya terlalu menyenangkan. At least bagi gue.

Untuk gue yang selalu pengen involved di kehidupan orang lain, gue akan sangat rela 'mengurus' hidup sosok yang gue bilang diatas, gue akan sangat rela memperlihatkan sisi gue yang selama ini ga pernah gue perlihatkan didepan orang lain, gue amat sangat rela memberi dia kebebasan, dan membuat dia sendiri sadar, gue adalah tempat dia pulang, tempat dia bersandar, tempat dia settle dan menghabiskan hidupnya di samping gue ini. Gue butuh, bukan dengan cara yang menyedihkan, tapi gue belum bisa, gue belum berani. Gue ga sanggup kalo nantinya hati gue rusak lagi. Ga mudah memperbaiki semua yang dulu benar-benar hancur, sekalinya hampir sempurna, again, gue gak berarti apa-apa untuk orang yang berarti sangat bagi gue. Ya, memang semenyedihkan itu.

Gue mau coba, tapi terlalu banyak cacat yang ada. Setelah kejadian empat tahun lalu, gue pernah bilang kan kalo gue ga punya lagi rasa percaya diri. Hancur semua, hilang, dan terus sembunyi dibalik 'gue gapapa, gue baik aja'. Tapi lama-lama lelah. Gue selalu bertanya 'what is wrong with me?' Gue setidak menarik itu apa? Gue sejelek itu? See, kepercayaan diri gue payah.

Sekarang yang gue lakukan adalah, i'll make myself worth it, udah dari lama gue berusaha memperbaiki diri, akhlak juga, mungkin Allah kasih gue waktu introspeksi. Alhamdulillah semuanya ada hasil, kuliah gue bener, ketaatan gue ya lumayan lah daripada yang dulu, gue melakukan itu semua untuk diri gue, gue berusaha cinta sama diri gue, supaya nanti ada yang mau berjuang buat gue, dan saat gue bertanya kepada dia 'kenapa?' dia akan dengan senangnya menjawab 'because you are worth it'

"Cit, cit, gue heran kenapa lo ga punya pacar". Well, sama gue juga ga ngerti kenapa.

22:15
March, 8th 2017

1 Comentarios

  1. apa kabar?alhamdulillah kabar baik :)

    ReplyDelete