Senja dan Hujan

Pada suatu sore di hari yang cukup spesial
Diluangkannya waktu untuk mengulurkan tangan
Sore itu padahal turun hujan
Hanya sebentar rupanya, lalu mentari kembali menyapa 
Memang cuaca di kota itu segalau perasaan nya

Dia cukup suka hujan
Hujan mengingatkannya akan kenangan manis dulu
Ya, dulu saat semuanya baik-baik saja

Hari itu saat turun hujan dia justru gelisah
Bukan tanpa alasan
Ada satu hal yang terlalu mengganggu
Mengganggu indra penglihatan, indra pendengaran dan indra perasaannya
Tumpukan gelisah sudah semakin membuncah, 
Sebentar lagi padahal senja, waktu terbaik baginya 
Sayangnya dia sudah tidak lagi sanggup berada disana

Dia ingin pergi, 
Hatinya masih ingin disini, 
Teringat bahwa ada seseorang yang sangat butuh bantuan

Bayangan peluh orang itu dan lelah raut wajahnya terus membayangi
Membuat dia ingin terus ada disana, meringankan sedikit bebannya.

Tapi otaknya menyuruhnya pergi
Sebelum kelemahan nya terlihat
Iya akan sangat benci jika orang lain memandangnya selemah itu
Belum lagi jika terlalu banyak orang yang melontarkan pertanyaan.

Dia benci, dia terlalu lemah
Bahkan rasa itu menguasai seluruh otaknya
Dia benci itu, lagi-lagi dia tertipu senja
Dulu, senja selalu jadi hal favoritnya bahkan diatas hujan

Tetapi memang benar, sejak saat itu senja tak lagi sama
Senja artinya berpisah dengan mentari
Tapi bukankah setelah senja hilang, bulan akan datang?

Aachen, 7.7.2016

0 Comentarios