Citra Puspita Maharani
  • Home
  • Portfolio
Bulan sudah sepenuhnya muncul
Hening suara malam dan angin yang berhembus makin kencang
Mengantarkannya pada suatu renungan
Seperti sebuah refleksi diri, dia bertanya
Apa gerangan yang membuatnya bisa jatuh cinta?
Atau tepatnya jatuh hati.

Mencari-cari sebuah alasan, rasanya kurang pantas
Bukannya cinta itu murni tanpa syarat, tanpa alasan?
Dia yakin cinta yang dimiliki nya bukan cinta yang pamrih
Dan bukan juga cinta yang egois

Semakin larut belum ada satu huruf pun tertulis di layar ponselnya
Ya, dia terbiasa untuk bercerita dengan sang benda kecil kesayangannya itu
Bukannya tak ingin berbagi, dia hanya tidak ingin merepotkan orang lain

Lalu kilas balik kisah masa lalu berputar di kepalanya
Saat dia pertama kali bertemu dambaan hati
Semata karena sebuah kesamaan, sama-sama mencintai dunia fotografi

Lalu kemudian kepada kejadian-kejadian lainnya
Seperti misalnya: bertukar buku-buku fiksi
Karena ternyata mereka memang menyukai dunia sastra

Terakhir adalah ketika dia disana
Ruang persegi yang tidak terlalu besar
Mengantarkan dia untuk tetap tinggal karena sebuah tugas yang harus diselesaikan
Lambat laun suara yang dia cukup hafal
Untaian nada dari sang penyanyi idaman mengalun mengisi malam
Ah, lagi-lagi rupanya mereka mempunyai selera musik yang sama

Tapi diantara semua kegemaran yang mereka punya bukan itu alasan nya
Dia pun bukanlah sosok wanita yang jatuh cinta lewat fisik
Tapi dia harus mengakui bahwa sebuah lesung di pipi kiri itu cukup mengagumkan
Membuatnya ingin terus melihat, dan menunggu saat-saat sang lelaki tersenyum
"Manis sekali ya" gumamnya. Apa ada orang lain yang punya pendapat sama?

Akhirnya dua kalimat berhasil ditulis di catatan ponselnya.
Cukup dua karena cinta bukan untuk dijabarkan dengan kata-kata

"Saya menyerah akan rasa nyaman. Rasa itu yang ada di hati saya setiap kali saya bersama kamu."

Itu adalah alasan terkuatnya mengapa dia bisa sampai jatuh cinta


Aachen, 09.07.2016
21:59
Pada suatu sore di hari yang cukup spesial
Diluangkannya waktu untuk mengulurkan tangan
Sore itu padahal turun hujan
Hanya sebentar rupanya, lalu mentari kembali menyapa 
Memang cuaca di kota itu segalau perasaan nya

Dia cukup suka hujan
Hujan mengingatkannya akan kenangan manis dulu
Ya, dulu saat semuanya baik-baik saja

Hari itu saat turun hujan dia justru gelisah
Bukan tanpa alasan
Ada satu hal yang terlalu mengganggu
Mengganggu indra penglihatan, indra pendengaran dan indra perasaannya
Tumpukan gelisah sudah semakin membuncah, 
Sebentar lagi padahal senja, waktu terbaik baginya 
Sayangnya dia sudah tidak lagi sanggup berada disana

Dia ingin pergi, 
Hatinya masih ingin disini, 
Teringat bahwa ada seseorang yang sangat butuh bantuan

Bayangan peluh orang itu dan lelah raut wajahnya terus membayangi
Membuat dia ingin terus ada disana, meringankan sedikit bebannya.

Tapi otaknya menyuruhnya pergi
Sebelum kelemahan nya terlihat
Iya akan sangat benci jika orang lain memandangnya selemah itu
Belum lagi jika terlalu banyak orang yang melontarkan pertanyaan.

Dia benci, dia terlalu lemah
Bahkan rasa itu menguasai seluruh otaknya
Dia benci itu, lagi-lagi dia tertipu senja
Dulu, senja selalu jadi hal favoritnya bahkan diatas hujan

Tetapi memang benar, sejak saat itu senja tak lagi sama
Senja artinya berpisah dengan mentari
Tapi bukankah setelah senja hilang, bulan akan datang?

Aachen, 7.7.2016

Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog



You are currently reading some of my thoughts and enjoying my arts. I'm currently doing my master's study in architecture, this page show what I do beside architecture. Feel free to comment and connect to my other platforms.

POPULAR POSTS

  • Percakapan Telefon
  • Aachen Photo Gallery
  • Indonesia Darurat Toleransi
  • Mercusuar (bagian 2)
  • S01EFINALE
  • My Umrah Story: Umrah Saat Pandemi
  • I thank you all :)
  • Losing People You Love (Part 2) - The Death of My Grandmother
  • (no title)
  • Losing People You Love - The Death of my Grandfather

Blog Archive

  • ►  2022 (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2021 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2017 (5)
    • ►  December (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ▼  2016 (13)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ▼  July (2)
      • Perkara Sebuah Lesung Pipi
      • Senja dan Hujan
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)

Categories

  • Daily 5
  • Fall 1
  • Feelings 24
  • Food 1
  • Germany 7
  • Pandemic 5
  • Passion 6
  • Photos 5
  • Recipe 3
  • Seasons 2
  • Summer 1
  • Traveling 6
  • True Story 2
  • Umrah Story 2
  • Winter 1
Copyright Maharani Citra. Powered by Blogger.

About Me

My photo
Citra Puspita Maharani
View my complete profile

Popular Posts

  • Percakapan Telefon
  • Aachen Photo Gallery
  • Indonesia Darurat Toleransi

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Citra Puspita Maharani. Designed by OddThemes