Bulan sudah sepenuhnya muncul
Hening suara malam dan angin yang berhembus makin kencang
Mengantarkannya pada suatu renungan
Seperti sebuah refleksi diri, dia bertanya
Apa gerangan yang membuatnya bisa jatuh cinta?
Atau tepatnya jatuh hati.
Mencari-cari sebuah alasan, rasanya kurang pantas
Bukannya cinta itu murni tanpa syarat, tanpa alasan?
Dia yakin cinta yang dimiliki nya bukan cinta yang pamrih
Dan bukan juga cinta yang egois
Semakin larut belum ada satu huruf pun tertulis di layar ponselnya
Ya, dia terbiasa untuk bercerita dengan sang benda kecil kesayangannya itu
Bukannya tak ingin berbagi, dia hanya tidak ingin merepotkan orang lain
Lalu kilas balik kisah masa lalu berputar di kepalanya
Saat dia pertama kali bertemu dambaan hati
Semata karena sebuah kesamaan, sama-sama mencintai dunia fotografi
Lalu kemudian kepada kejadian-kejadian lainnya
Seperti misalnya: bertukar buku-buku fiksi
Karena ternyata mereka memang menyukai dunia sastra
Terakhir adalah ketika dia disana
Ruang persegi yang tidak terlalu besar
Mengantarkan dia untuk tetap tinggal karena sebuah tugas yang harus diselesaikan
Lambat laun suara yang dia cukup hafal
Untaian nada dari sang penyanyi idaman mengalun mengisi malam
Ah, lagi-lagi rupanya mereka mempunyai selera musik yang sama
Tapi diantara semua kegemaran yang mereka punya bukan itu alasan nya
Dia pun bukanlah sosok wanita yang jatuh cinta lewat fisik
Tapi dia harus mengakui bahwa sebuah lesung di pipi kiri itu cukup mengagumkan
Membuatnya ingin terus melihat, dan menunggu saat-saat sang lelaki tersenyum
"Manis sekali ya" gumamnya. Apa ada orang lain yang punya pendapat sama?
Akhirnya dua kalimat berhasil ditulis di catatan ponselnya.
Cukup dua karena cinta bukan untuk dijabarkan dengan kata-kata
"Saya menyerah akan rasa nyaman. Rasa itu yang ada di hati saya setiap kali saya bersama kamu."
Itu adalah alasan terkuatnya mengapa dia bisa sampai jatuh cinta
Aachen, 09.07.2016
21:59
Hening suara malam dan angin yang berhembus makin kencang
Mengantarkannya pada suatu renungan
Seperti sebuah refleksi diri, dia bertanya
Apa gerangan yang membuatnya bisa jatuh cinta?
Atau tepatnya jatuh hati.
Mencari-cari sebuah alasan, rasanya kurang pantas
Bukannya cinta itu murni tanpa syarat, tanpa alasan?
Dia yakin cinta yang dimiliki nya bukan cinta yang pamrih
Dan bukan juga cinta yang egois
Semakin larut belum ada satu huruf pun tertulis di layar ponselnya
Ya, dia terbiasa untuk bercerita dengan sang benda kecil kesayangannya itu
Bukannya tak ingin berbagi, dia hanya tidak ingin merepotkan orang lain
Lalu kilas balik kisah masa lalu berputar di kepalanya
Saat dia pertama kali bertemu dambaan hati
Semata karena sebuah kesamaan, sama-sama mencintai dunia fotografi
Lalu kemudian kepada kejadian-kejadian lainnya
Seperti misalnya: bertukar buku-buku fiksi
Karena ternyata mereka memang menyukai dunia sastra
Terakhir adalah ketika dia disana
Ruang persegi yang tidak terlalu besar
Mengantarkan dia untuk tetap tinggal karena sebuah tugas yang harus diselesaikan
Lambat laun suara yang dia cukup hafal
Untaian nada dari sang penyanyi idaman mengalun mengisi malam
Ah, lagi-lagi rupanya mereka mempunyai selera musik yang sama
Tapi diantara semua kegemaran yang mereka punya bukan itu alasan nya
Dia pun bukanlah sosok wanita yang jatuh cinta lewat fisik
Tapi dia harus mengakui bahwa sebuah lesung di pipi kiri itu cukup mengagumkan
Membuatnya ingin terus melihat, dan menunggu saat-saat sang lelaki tersenyum
"Manis sekali ya" gumamnya. Apa ada orang lain yang punya pendapat sama?
Akhirnya dua kalimat berhasil ditulis di catatan ponselnya.
Cukup dua karena cinta bukan untuk dijabarkan dengan kata-kata
"Saya menyerah akan rasa nyaman. Rasa itu yang ada di hati saya setiap kali saya bersama kamu."
Itu adalah alasan terkuatnya mengapa dia bisa sampai jatuh cinta
Aachen, 09.07.2016
21:59
