Citra Puspita Maharani
  • Home
  • Portfolio
"Di suatu waktu di dunia yang lain
Mungkinkah kamu dan aku bersatu?"

Kata-kata diatas kedengerannya galau banget ya? Kasian banget gitu mungkin karena formulanya yang terlalu baku. Versi gue nya mungkin kayak gini "mungkin ga sih lo suatu hari nanti ga di dunia ini, entah di dunia yg mana, lo melihat gue dan memilih gue?"

Gimana? Masih miris juga?

Well, memang itu sih denotasi nya, ga ada kata konotasi sama sekali yang sok puitis, itu kalimat tanya yg sebenarnya, bukan dengan nada desperate tapi cuma penasaran, pengen tahu. Kayaknya ini terjadi di setiap orang yang kenal dekat dengan penolakan. Iya, mereka memang akan terus wondering kenapa bukan gue? Apa yang salah?

Sering banget ga sih denger 'jodoh ditangan tuhan' atau 'jodoh udah ada yang atur' atau yg lebih lucu lagi 'jodoh ga mungkin ketuker'. Gue pernah mendiskusikan konsep jodoh dengan seorang teman, yang intinya membahas tentang pertanyaan-pertanyaan penasaran gue seperti:

1. Jodoh kan udah diatur ya, terus nasib nya orang yang udah menikah dan selingkuh, itu tandanya dia 'salah jodoh' trus akhirnya nemuin jodoh baru nya gitu?
2. Terus gimana sama orang yg dipoligami? Jadi ya kalau manusia diciptakan berpasangan which is dalam kepala gue sepasang ya satu dan satu, untuk orang yg poligami apa dong namanya? Jadi jodoh kita bisa aja dong orang yang udah bersuami?
3. Untuk orang yang menikah lalu kemudian pasangannya meninggal, lalu dia menikah lagi, dua-dua nya bisa dibilang jodohnya? Atau gimana?

Well semua pertanyaan itu sangkutannya tetep sama iman, gimana keimanan kita sama Allah yang udah kasih kita info tentang jodoh, kalau gue berhentiin pertanyaan gue sampai disini dan malah gak cari tahu justru hal-hal ini yang bikin gue skeptis sama agama sendiri. Padahal kan keimanan gue bisa nambah kalau gue sendiri cari tahu.

Dan gue akhirnya mencari tahu, gimana sebenernya konsep jodoh itu sendiri. Gue ga akan kasih kuliah tentang perjodohan disini yang jelas, Allah tahu apa yang terbaik. Again kalimat cliché. Tapi semua akan bermakna kalau lo benar-benar punya iman dan kuncinya emang satu: sabar. Oh iya satu lagi, memantaskan diri. Agak sebel sih sama orang yang muluk banget pengen punya suami hafidz qur'an eh doi sendiri hafal satu juz aja nggak. Ya pinter-pinternya kita buat introspeksi dan makin ningkatin kualitas diri. Mau kasih apa lo ke mertua? modal cantik doang? Gue pribadi cari nya tuh partner. Partner hidup. Bukan yang level nya jauh diatas gue, tapi yang setara. Biar maju bareng, berkembang bareng, jadi lebih baik bareng-bareng dan insyaallah masuk surga juga bareng. Gue ga pernah muluk sih kayaknya sejauh ini, or am I? Alifa bilang gue picky. Yee, picky gimana orang yang di pick aja ga ada. 

Temen gue pernah lihat meme ini di 9GAG, tulisannya intinya kalau aja princess (yep serial disney) butuh second thought untuk setiap hal yang diperlukaan, nasib hidupnya ga akan begitu, ga akan dia ketemu sama prince charming, ga akan ada kalimat happily ever after. Dan dia kasih ke gue itu, karena dia tau gue anaknya mikir banget untuk semua actions yang akan gue ambil. Well gue ga sependapat dengan meme diatas. Life isn't a fairy tale dude, reality is hard. Menyakitkan tapi yang nyata ya begitu. Definition of happiness buat tiap orang aja beda-beda, happy-endingnya gue ya belum tentu sama sama happy-endingnya lo.


Poinnya gue kemana sih? Gue juga bingung. Hahaha. Intinya ini cuma cuplikan kecil dari pertanyaan-pertanyaan gue tentang universe, yang sebenernya kalau mau gue cari jawabannya ada dan jelas diatur dalam kitab yang gue bawa-bawa. Asal kita sebagai manusia yg dikasih akal mau aja gitu cari tau jawaban atas 'kepenasaranan' kita. Dan satu lagi, surround yourself with good religious people bukan yang judgemental dan mandang  lo sebelah mata. Orang begitu tinggalin aja, ga akan berhasil ga dakwahnya.

Aachen, 7.8.18
Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog



You are currently reading some of my thoughts and enjoying my arts. I'm currently doing my master's study in architecture, this page show what I do beside architecture. Feel free to comment and connect to my other platforms.

POPULAR POSTS

  • Percakapan Telefon
  • Aachen Photo Gallery
  • Indonesia Darurat Toleransi
  • Mercusuar (bagian 2)
  • S01EFINALE
  • My Umrah Story: Umrah Saat Pandemi
  • I thank you all :)
  • Losing People You Love (Part 2) - The Death of My Grandmother
  • (no title)
  • Losing People You Love - The Death of my Grandfather

Blog Archive

  • ►  2022 (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2021 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2017 (5)
    • ►  December (1)
    • ▼  August (1)
      • Konsep Jodoh
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (13)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)

Categories

  • Daily 5
  • Fall 1
  • Feelings 24
  • Food 1
  • Germany 7
  • Pandemic 5
  • Passion 6
  • Photos 5
  • Recipe 3
  • Seasons 2
  • Summer 1
  • Traveling 6
  • True Story 2
  • Umrah Story 2
  • Winter 1
Copyright Maharani Citra. Powered by Blogger.

About Me

My photo
Citra Puspita Maharani
View my complete profile

Popular Posts

  • Percakapan Telefon
  • Aachen Photo Gallery
  • Indonesia Darurat Toleransi

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Citra Puspita Maharani. Designed by OddThemes