Welcome to my miserable life!
Gue mengutuk setiap menit atas perasaan berlebihan ynag kadang tercipta tanpa gue sadari, tanpa otak gue perintahkan. Gue benci, sangat, saat gue lemah, secara psikis, gue ngga suka. Gue benci bergantung dengan orang, karena itu I rarely ask for help. Dan ketika gue rasa gue amat butuh, gue baru akan meminta tolong, if there is something I really can handle. Dan berkali-kali gue tegaskan ke diri gue sendiri supaya nggak seratus persen meletakan hope ke orang yang gue mintain tolong. But it was really hard tho. Ketika gue butuh bantuan, gue akan seratus persen percaya ke orang yang gue mintai tolong, that is why gue ga akan minta tolong sembarang orang. This one must be so reliable.
Tapi sepemilih apapun gue, secermat apapun gue memilih orang untuk gue mintain tolong, gue tetep aja dikecewain, atau lebih tepatnya merasa kecewa. Bukan salah mereka, salah gue terllau punya ekspektasi ketinggian, bahwa mereka bisa seratus persen melakukan apa yang sudah gue harapkan.
Dan parahnya ketika gue kecewa sama orang, gue akan terang-terangan menunjukan itu. No fake emotion or poker face. Gue akan straight nunjukin ke mereka bahwa gue kecewa, entah mereka realize atau ngga ( it's better not to realize that ).
So daripada semakin banyak list orang yang bikin gue kecewa, gue lebih baik menghindar, menghindar untuk minta tolong orang, menghindar walaupun mereka terang-terangan bilang "Kalau butuh bantuan bilang ya Cit". I don't really know if they mean it or not. I'd rather stand on my own two feet.
Aachen, 14.09.2016
22:01
Gue mengutuk setiap menit atas perasaan berlebihan ynag kadang tercipta tanpa gue sadari, tanpa otak gue perintahkan. Gue benci, sangat, saat gue lemah, secara psikis, gue ngga suka. Gue benci bergantung dengan orang, karena itu I rarely ask for help. Dan ketika gue rasa gue amat butuh, gue baru akan meminta tolong, if there is something I really can handle. Dan berkali-kali gue tegaskan ke diri gue sendiri supaya nggak seratus persen meletakan hope ke orang yang gue mintain tolong. But it was really hard tho. Ketika gue butuh bantuan, gue akan seratus persen percaya ke orang yang gue mintai tolong, that is why gue ga akan minta tolong sembarang orang. This one must be so reliable.
Tapi sepemilih apapun gue, secermat apapun gue memilih orang untuk gue mintain tolong, gue tetep aja dikecewain, atau lebih tepatnya merasa kecewa. Bukan salah mereka, salah gue terllau punya ekspektasi ketinggian, bahwa mereka bisa seratus persen melakukan apa yang sudah gue harapkan.
Dan parahnya ketika gue kecewa sama orang, gue akan terang-terangan menunjukan itu. No fake emotion or poker face. Gue akan straight nunjukin ke mereka bahwa gue kecewa, entah mereka realize atau ngga ( it's better not to realize that ).
So daripada semakin banyak list orang yang bikin gue kecewa, gue lebih baik menghindar, menghindar untuk minta tolong orang, menghindar walaupun mereka terang-terangan bilang "Kalau butuh bantuan bilang ya Cit". I don't really know if they mean it or not. I'd rather stand on my own two feet.
Aachen, 14.09.2016
22:01
