Beberapa hari lalu saya berusaha meninggalkan embel-embel sebagai silent majority. Berusaha untuk meluruskan hal-hal yang mungkin bagi beberapa mayoritas terlihat sebagai anomali (clearly karena cara pandang saya yang gerbeda). Padahal manusia diberkahi akal, bukan cuma otak ya, untuk apa? Ya kalian sendiri pasti paham.
Saya sedih, jujur. Bumi pertiwi yang enam tahun lalu saya tinggalkan menjadi lebih….. berbeda (dalam denotasi negatif). Dan saya mungkin termasuk orang yang beruntung, tidak merasakan langsung dampak perbedaan yang terjadi. Narasi-narasi politik yang kian hari dicampur dengan isu agama yang sudah jelas tidak benar keaslian seolah jadi santapan sehari-hari. Inikah makanan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia saat ini?
Heyya,
apa kabar? semoga selalu sehat dan tidak pernah lupa bersyukur. Citra kabarnya baik, ga ada yang nanya ya? hahaha. Dalam beberapa hari masa terpuruk gue kemarin, mungkin bahkan saat itu adalah masa terlama gue ga keluar rumah; sekitar sepuluh hari, dua hari terakhir ini gue memutuskan untuk pull myself together. Kembali jadi Citra yang sibuk dan produktif, biar pikiran bisa jadi netral dan less depressed. Iya gue mengakui, gue lagi di fase depresi.
Kenapa gue berani speak up?
Gue selalu korelasiin lagu dengan situasi yang waktu gue lakuin saat gue denger lagunya. Semacam ada film dan scene-scene yang muter dikepala gue. Lengkap dengan aktor-aktrisnya. Gue kalo lagi suka lagu, bisa muter itu ratusan kali sehari. Ada yang gini juga?
Ada lagu yang selalu narik gue untuk flashback. Awalnya lagu ini yang nemenin gue di pesawat berjam-jam, ralat bahkan di kereta juga. Aachen-Amsterdam-Jakarta. Jakarta-Pekalongan. Pekalongan-Jakarta. Jakarta-Amsterdam-Aachen. Lalu kedua kalinya di bulan yang hampir berdekatan, Aachen-Frankfurt-Riyadh-Jakarta. Jakarta-Yogyakarta. Yogyakarta-Jakarta. Jakarta-Riyadh-Frankfurt-Aachen. Lagu yang sama gue puter sampe gue ketiduran. Ga ada korelasi liriknya, hanya lagu ini jadi theme song gue pulang.
Dan pas bagian ini, selalu narik gue flashback akan entah apa kejadian yang lg clingy di otak.
"And we danced in the room
Gue flashback dimana gue bertemu dia lagi.
Can't get enough of this city. Wasn't my favorite tho. But accidentally visited for like.... 7 times?
You know where it is.